Tampilkan postingan dengan label HIDROKARBON. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIDROKARBON. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 November 2010

ALKUNA

Alkuna merupakan hidrokarbon tak jenuh yang mempunyai ikatan rangkap tiga C=C. Suku alkana yang paling kecil terdiri dari dua atom C, yaitu etuna. Nama alkuna sesuai dengan nama alkana dengan mengganti akhiran – ana menjadi -una.

NamaStrukturRumus molekul
EtenaCH=CHC2H4
PropenaCH=C-CH3C3H4
ButenaCH=C-CH2-CH3C4H6
PentenaCH=C- CH2- CH2?-CH3C5H8

Dari tabel diatas rumus molekul secara umum dapat dirumuskan:

CnH2n-2

Tata nama alkena

Tata nama alkuna menurut IUPAC sama dengan tatanama alkena, lang-kah-langkah untuk memberi nama alkuna adalah sebagai berikut:

1. Tentukan rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang dari ujung satu ke ujung yang lain yang melewati ikatan rangkap, berilah nama alkuna sesuai jumlah atom C pada rantai induk.

2. Penomoran. Penomoran dimulai dari ujung rantai induk yang terdekat dengan rangkap.

3. Jika terdapat cabang berilah nama cabang dengan alkil sesuai jumlah atom C cabang tersebut. Jika terdapat lebih dari satu cabang, aturan penamaan sesuai dengan aturan pada tatanama alkana.

4. Urutan penamaan: nomor cabang-nama cabang-nomor rangkap-rantai induk.

Contoh:

36

37

Penentuan rantai induk salah Meskipun mempunyai rantai terpanjang, tetapi tidak melewati rangkap.

38

ISOMER ALKUNA

Etuna (C2H2), propena (C3H4) tidak mempunyai isomeri katena hanya ada satu struktur.

39

Isomer dari butuna (C4H6):

40

Isomer pentuna (C5H8)

41

ALKENA

25

Alkena merupakan hidrokarbon tak jenuh yang mempunyai ikatan rangkap dua C=C. Suku alkena yang paling kecil terdiri dari dua atom C, yaitu etena. Nama alkena sesuai dengan nama alkana dengan mengganti akhiran – ana menjadi -ena.

Dari tabel diatas rumus molekul untuk alkena jumlah atom H selalu dua kali jumlah atom C, sehingga secara umum dapat dirumuskan:

CnH2n

Tata nama alkena

Tata nama alkena menurut IUPAC adalah sebagai berikut:

1. Tentukan rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang dari ujung satu ke ujung yang lain yang melewati ikatan rangkap, berilah nama alkena sesuai jumlah atom C pada rantai induk.

2. Penomoran. Penomoran dimulai dari ujung rantai induk yang terdekat dengan rangkap.

3. Jika terdapat cabang berilah nama cabang dengan alkil sesuai jumlah atom C cabang tersebut. Jika terdapat lebih dari satu cabang, aturan penamaan sesuai dengan aturan pada tatanama alkana.

4. Urutan penamaan: nomor cabang-nama cabang-nomor rangkap-rantai induk

Contoh:

26

3-metil-1-butena (benar) 2-metil-3-butena (salah)

27

Isomer alkena

Etena (C2H4) dan propena (C3H6) tidak mempunyai isomeri katena hanya ada satu struktur.

28

Isomer dari Butena (C4H8):

29

SIFAT ALKANA

Sifat fisik

1. Semua alkana merupakan senyawa polar sehingga sukar larut dalam air. Pelarut yang baik untuk alkana adalah pelarut non polar, misalnya eter. Jika alkana bercampur dengan air, lapisan alkana berada di atas, sebab massa jenisnya lebih kecil daripada 1.

2. Pada suhu kamar, empat suku pertama berwujud gas, suku ke 5 hingga suku ke 16 berwujud cair, dan suku diatasnya berwujud padat.

3. Semakin banyak atom C, titik didih semakin tinggi. Untuk alkana yang berisomer (jumlah atom C sama banyak), semakin banyak cabang, titik didih semakin kecil.

Tabel 4. Beberapa sifat fisik alkana

Nama alkana

Rumus

Mr

Titik leleh

Titik didih

Kerapatan

Fase

molekul

(oC)

(0C)

(g/Cm3)

pada

250C

Metana

CH4

16

-182

-162

0,423

Gas

Etana

C2H6

30

-183

-89

0,545

Gas

Propana

C3H8

44

-188

-42

0,501

Gas

Butana

C4H10

58

-138

-0. 5

0,573

Gas

Pentana

C5H12

72

-130

36

0,526

Cair

Heksana

C6H14

86

-95

69

0,655

Cair

Heptana

C7H16

100

-91

99

0,684

Cair

Heptadekana

C17H36

240

22

302

0,778

cair

Oktadekana

C18H38

254

28

316

0,789

padat

Nonadekana

C19H40

268

32

330

0,789

padat

Iikosana

C20H42

282

37

343

0,789

padat

Sifat kimia

1. Pada umumnya alkana sukar bereaksi dengan senyawa lainnya.

2. Dalam oksigen berlebih, alkana dapat terbakar menghasilkan kalor, karbon dioksida dan uap air.

23

3. Jika alkana direaksikan dengan unsur-unsur halogen (F2, Cl2, Br2, I2), atom -atom H pada alkana akan digantikan oleh atom-atom halogen.

24